I begin with - Al fateha

Sunday, June 28, 2009

Spare me the details....!

Going through my life right now, not having the luxury to spend on things that I dont need is slowly changing my perspective in life.

Slowly, I can feel that material stuff means very little to me anymore...
Once....I used to dream of these things.


I dont know if this change in me is temporary or will it be something eternal.

When someones tells me about such worldly and material stories, I smile and pretend to listen, even nodding but only God knows how I simply hate hearing such stories.
Next time maybe, when I have the courage, I'll tell the person that I am not interested to hear such details...

Finally... I took the step to pray to GOD to not allow any worldly desires enter my heart. I pray that my heart do not crave for these worldly desires anymore. It is not easy but after reading an article on Facebook by sis Muna, I lowered my head and make dua that my heart is cleanse.

Now, each time I think of a COACH bag, I think of how many packs of diapers I can buy with the money. When I think of eating at expensive restaurants, I think of how many cheaper but happy meals I can get with the money. U know what I mean right.

We still have dreams, of an upgrade in housing, holidays and fun trips but nothing that is wasteful. All our dreams and ambitions now focus on the kids happiness.

It could be my loss of income,
it could be listening to my friends whose Iman is like a mountain compared to mine,
it could be listening to my hubby....
I dont know, but lately, I seem to HATE people talking about their worldly possessions.

Its OK to talk about it cos your really happy about it but when the talking reach a certain point when its considered boastful, my heart crumbles, I feel like just walking away from the conversations.

The other day, someone was telling me stories about someone she knows (a commoner) who earns so much and is so rich, he only eats at hotel restaurants. He lets others know his earnings and he only buys branded items.
While hearings her go on and on about this person's wealth, I dont know why, I just wanted to run away, puking.


Its like my heart hates hearing these worldly stories, that I just want to yell "enough about these worldly tales!".
I just dont want to hear anymore and its really not because I was jealous.
I would be so happy if we muslims can be rich and afford expensive and quality things, but when these items becomes stuff that is boast about, it becomes something that I hate.

Seriously, spare me the details. I just dont envy such people. Its the people with huge Iman and Taqwa that I envy most and want to be like.

Honestly, humbleness is a Virtue and being Thankful with what you have, is a trait of a Mukmin.

Words from my dearest Ukhti.

"Bagi hamba, anti adalah diantara mereka yang paling kaya. Punyai kesihatan pacaindera, jasmani ruhani, keluarga, Ayah Bunda, Suami berserta zuriat dll. Sedangkan ada diantara mereka yang tidak punyai salah satu dari nya ataupun kesemua nya sekali. Kaya bagi diri hamba ianya terletak pada hati.
Apabila kita mengenangkan mereka yang bersusah payah dan serba-serbi kekurangan didalam kehidupan mereka, senantiasa akan terbit rasa syukur yang amat sangat didalam hati.

Kita bisa sahja melihat orang itu kaya tetapi mungkin dia tidak bahagia, seandai nya dia bahagia, mungkin didunia sahja, di Akhirat sana nanti? Tidak salah sama sekali, seandai nya kita ingin mencontohi mereka didalam usaha mereka untuk mencapai kejayaan, (sudah tentu usaha yang Redhai ALLAH serta RasulNYA), tetapi berhati-hatilah wahai diri, kerna kekayaan dan kejayaan didunia ini adalah fana`, sementara di Akhirat sana nanti adalah kekal abadi."

spoken like a true muslimah.

Khalas!



6 comments:

ukhti27 said...
This comment has been removed by the author.
Anonymous said...

Dear Sis,

People can be so insensitive. Bragging and boastful of their wealth when it all comes from God. Within a snap of a finger, Allah can take it all back. They seem to forget this fact. I'll be laughing at them should they lose their wealth.

//ms.thankful

ukhti27 said...

BismiLlah wal HamduliLlah wa laa haula wa laa quwwata illaa biLlahil `aliyil `Adzhim...
Sholatu was-Salamu `ala RasuliLlah wa `ala Alihi wa Shohbihi waman walah...

As-Salamu`alaikum wa RahmatuLlahi wa Barakatuh ya Habibati... ♥


Masya`ALLAH wal HamduliLlah, apabila hamba membaca kembali titipan hamba untuk anti, bisa terasa sebak di hati serta menangisi diri sendiri, kerna segala nya itu Ilham dari ALLAH yang Maha Bijaksana lagi Maha Penyayang. Justru, segala Puji dan Syukur itu hanyalah selayak nya UntukNYA, BagiNYA dan KernaNYA.

Segala ni`mat yang kita punyai sekarang ini hanyalah 1% dari Rahmat ALLAH yang DIA Bentangkan kepada kita. Sedangkan 99% dari RahmatNYA telah DIA Simpan dan akan dibentangkan pula di akhirat kelak. Apabila kita mengetahui akan hakikat ini, mana mungkin kita akan mengadaikan 1% untuk yang 99% itu, dengan jalan yang tidak DIA serta RasulNYA ShalALLAHu`alaihiwasalam Redhai? Justru ni`mat yang 1% itu kita akan mengunakan nya dengan sebaik-baik mungkin, untuk dapat merasakan pula ni`mat yang 99% itu kelak dengan IzinNYA. Keliru?

Insya`ALLAH, berikut ini adalah sebagai contoh yang paling mudah untuk kita fahami serta yang paling dekat dengan diri kita. Contoh yang paling dekat adalah handphone, ia adalah ciptaan manusia (dengan Ilham dari ALLAH). Handphone tersebut sentiasa taat dan patuh kepada tuan nya. Apabila ingin menelefon, ia akan patuh. Apabila ingin menaip pesanan, ia akan patuh. Ataupun kipas, apabila ingin laju, berderulah angin nya. Apabila ingin sederhana, begitulah ia mematuhi nya. Ataupun kayu, apabila telah dijadikan ia sebagai kerusi, ia tetap begitu sampai bila-bila, tetap akan patuh kepada tuan nya. Ia tidak pernah memberontak dan langsung bertukar kepada meja dll.

Begitulah keadaan mereka yang tidak bernyawa namun tetap taat dan patuh kepada tuan nya, apakan lagi kita sebagai makhluk yang bernyawa lagi mempunyai fikiran, sepantas nya kita lagi-lagi perlu mematuhi Tinta-Perintah Pencipta kita, ALLAH `Azzawajalla. ALLAHu ALLAH. Semoga kita sama-sama dapat mengambil pelajaran dari segala sesuatu yang telah DIA Ciptakan, samada yang ada pada diri kita mahupun di sekitar nya, untuk mendekatkan lagi diri kita kepadaNYA serta RasulNYA ShalALLAHu`alaihiwasalam.

RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam adalah lambang Rahmat ALLAH `Azzawajalla yang Paling Terbesar di dunia dan di akhirat. Sehelai rambut dari Baginda adalah lebih mahal harga nya dari isi bumi dan langit serta dari diantara kedua-dua nya. ALLAHu Akbar!

Sebait kalam Imam al-Bushiri RahimahuLlah Ta`ala yang bisa menyentuh setiap hati kita : "Apabila ALLAH Subhana wa Ta`ala telah menamakan RasuluLlah ShalALLAHu`alaihiwasalam dengan baik-baik Rasul, maka kita sebagai Ummat nya dengan sendiri nya adalah sebaik-baik Ummat." Dan juga kalam nasihat beliau : "Jagalah nafsumu baik-baik walaupun ia telah berlegar dalam ruang ketaatan, kerna bila ia sudah menguasai suasana, ia akan memesongkan tujuan ketaatan. Maka jangan engkau lengah dari mengawasi nya."

Syukur selagi DIA masih Mengizinkan kita untuk menyebut serta mengingatNYA. Syukur selagi kita masih bernyawa, kerna selagi itulah Pintu Taubat serta Pintu PengampunanNYA terbuka luas untuk kita, tanpa kita perlu mengetuk Pintu tersebut terlebih dahulu untuk membuka nya. ALLAHu Akbar!

ukhti27 said...

Wahai yang Maha Dekat pada perasaan setiap hambaNYA, wahai yang Maha Mendengar setiap bisikan hambaNYA, wahai yang Maha Mengetahui setiap lintasan hati hambaNYA, wahai yang Mengabulkan setiap permohonan hambaNYA dengan berlipat kali ganda, hidupkanlah kami senantiasa di atas Islam dan Sunnah dan matikanlah kami dalam keadaan Iman dan taubat. Amiin Ya ALLAH, Ya Rabb, Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Hayyu, Ya Qayyum, Ya Dzal Jalali wal Ikram...

Syukran jazilan diatas kiriman doa keatas al-Marhumah Nenda hamba. May ALLAH `Azzawajalla Reward you immensely and Ennoble your blessed soul. Amiin Ya ALLAH, Ya Rabb, Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Hayyu, Ya Qayyum, Ya Dzal Jalali wal Ikram...

Mohon maaf kerna terpaksa men"delete" komentar hamba yang pertama kerna hamba tertinggal seperenggan kalam : ) Mohon maaf diatas kalam bicara yang tidak seharus nya hamba lafazkan, yang bisa menyinggung perasaan serta hati sesiapa. Mohon maaf zahir dan batin, di dunia dan di akhirat.

_♥_♥___♥_♥_
♥___♥_♥___♥
_♥___♥___♥_
__♥_____♥__
___♥___♥___
____♥_♥____
_____♥_____

BarakALLAHu fiki wa jazakiLlahu khairal jaza`...
Fi amaniLlah wALLAHu a`lam bisawab.

ukhti27 said...

As-Salamua`alaikum wa RahmatuLlahi wa Barakatuh : )

Insya`ALLAH dengan berkat nasihat atapun (setidak-tidak nya) doa kita kepada orang tersebut bisa terbit Cahaya Hidayah didalam hati nya. Doa, itulah senjata orang-orang Mukmin : )

Kerna seandai nya dia asyik menceritakan akan kekayaan nya serta kita pula asyik mentertawakan apabila tertumbang nya dia, maka tiadalah beza antara kita dan dia, wal `iyazubiLlah.

Sudah pasti, kita tidak mahu ALLAH Membiarkan kita sendiri didalam kita menghadapi masa sukar lantaran kesilapan kita itu. Semoga ALLAH `Azzawajalla Mengampuni dan Memberikan Hidayah serta `InayahNYA kepada kita semua. Amiin Ya ALLAH, Ya Rabb, Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Hayyu, Ya Qayyum, Ya Dzal Jalali wal Ikram...

Wa `afwa minkum wALLAHu a`lam bisawab.

Ummi's Blog said...

Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Ya Ukhti : Sungguh terharu membaca nasihat anti dan ana suka sangat membaca kalamkalam anti.
Sesungguhnya, ana rasa sangat bersalah. Sepatutnya ana mendoa kan hamba Allah itu agar dia mendapat Hidayah nya and rezeki nya lebih diberkati.

Ana lihat diri ana di cermin, masih lagi banyak kekurangan. Lantaran, tidak wajah kalau ana menghabiskan sedikit waktu pun memikirkan tentang dosa manusia lain kerna diri ana ini masih dipenuhi dosa and masa'alah.

Alhamdullilah, pada bulan Rejab ini, ana boleh rasa, yg diri ana ini ingin tukar. Insya'allah semoga diletakan di jalan yang lurus.

"Tidak sempurna iman seseorang sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri" (Al Hadits).

Ana uhibukki fillah.

Wasallam.